Friday, November 26, 2010

Dendeng

Dendeng Batokok

Sumber : Majalah Femina

Bahan:

500 gr daging sapi has dalam, rebus hingga empuk,
potong searah serat 1 cm

1 sdm merica bubuk
1 sdm ketumbar bubuk
4 cm lengkuas, giling halus
2 bh asam jawa, larutkan dgn 1 sdm air
4 butir bawang merah, haluskan

Sambal:

100 ml minyak u/ menumis
12 cabe hijau besar, iris serong tipis
6 butir bawang merah, iris tipis
1 sdt air jeruk lemon
1 sdm garam
1/2 sdm gula pasir

Cara membuat:

- Panggang daging sapi dlm oven panas suhu 130C selama 15 min, angkat. Pukul2 hingga agak tipis.

- Campur dengan sisa bahan, aduk rata. Biarkan selama 15 min hingga bumbu meresap.

- Panggang kembali hingga bumbu matang dan agak kering, angkat. Sisihkan.

Sambal:

Panaskan minyak, goreng semua bahan sebentar di atas api sedang,
jangan sampai layu. Angkat.
Penyajian:

Tuang sambal di atas dendeng. Sajikan.



Orange and choc muffins

Orange and Chocolate Muffins
·         2 cups all-purpose flour
·         1/2 cup sugar
·         1 tablespoon baking powder
·         1 teaspoon salt
·         3/4 cup chopped toasted almonds*
·         1 egg, beaten
·         3/4 cup orange juice
·         1/3 cup vegetable oil -guna mentega cair lebih enak
·         1/4 cup unsweetened cocoa
·         1 teaspoon finely grated orange peel
Preparation:
combine flour, sugar, baking powder. Reserve 2 tablespoons of the chopped almonds; stir the rest into the dry ingredients. In a separate bowl or large measure, combine the egg, orange juice, and vegetable oil. Stir into the dry ingredients until all ingredients are moistened add salt. Remove half of the batter to another bowl. Stir cocoa into half of the batter; set aside. Stir orange peel into the remaining batter. Place paper liners in a 12-muffin pan. Holding pan and tipping it to the side slightly, spoon in orange batter. Fill other side of muffin cups with chocolate batter. Sprinkle muffins with reserved chopped almonds. Bake at 400° for 20 minutes. Serve warm.
Makes 12 muffins.
*To toast almonds, spread out in a single layer on a baking sheet. Toast in a 350° oven, stirring occasionally, for 10 to 15 minutes. Or, toast in an ungreased skillet over medium heat, stirring, until golden brown and aromatic.
Source: Koleksi peribadi
Baking & Decorating 1988. Publisher Blackwell Books Service.

Onion ring

Onion Rings Recipe

  • 2 large yellow onions atau bawang besar jenis lain, peeled, sliced into 1/2-inch to 3/4-inch thick ringed slices, rings separated
  • 2 cups buttermilk, or 1 cup plain yogurt mixed with 1 cup milk
  • Salt
  • Freshly ground black pepper
  • 1 1/4 cups all-purpose flour and 1/4 cup cornmeal OR 1 cup prepared breadcrumbs flour plus 1/2 cup all-purpose flour
  • 2 or 3 cups of high smoke-point oil such as canola oil or peanut oil atau minyak sawit

Method:
1 Combine the buttermilk (or yogurt and milk) with 1 1/2 teaspoons salt and 1 teaspoon black pepper in a large bowl. Add the onions to the buttermilk mixture and coat thoroughly. Let sit at least 15 minutes.
 
2 In a separate bowl combine the flour and cornmeal, 1 teaspoon of salt and 1/2 teaspoon of pepper. Set aside.
 
3 Add the oil to a pan . Use more oil if necessary. Heat the oil to 350°F. Be very careful whenever handling hot oil. No running kids in the kitchen. No distractions. Do not answer the phone if it rings. Pay attention. Have the pan's lid close by.
You can test if the oil is ready by moistening a little bit of the flour and dropping it in the pan. If it sizzles and fries, it's ready. If it burns, take the pan off the heat and let the oil cool down a bit.

4 Working in batches, lift some onion rings out of the buttermilk and coat them in the flour mixture. Use tongs to place them one by one in the hot oil. Fry for a minute on each side, until golden brown. Do not crowd them. Place finished onion rings on a cookie sheet lined with paper towels to absorb the excess oil. Keep the complete onion rings warm in a 200°F oven while you fry the rest. Between batches, if you end up needing more oil, add some. Let the temp get back up to 350°F before starting the next batch.
Serve hot.

Puding kukus strawberi n laici

from my resepi

Puding Kukus Strawberi & Laici

Dscn7733
 Bahan-bahan ( 10 orang )
  • 1 tin susu cair
  • 1 tin laici (toskan dan simpan sirapnya)
  • 4 biji telur ayam
  • 4 keping roti (Gardenia, High 5, etc)
  • 1 kotak jeli kristal strawberi / raspberi
  • 400ml air (untuk menyediakan jeli)
  • 1 sudu besar gula pasir

Cara-cara

  1. Kisar roti, susu cair, sirap laici, gula pasir dan telur sehingga hancur. Potong buah laici mengikut saiz kesukaan anda dan ketepikan.
  2. Tuangkan adunan yang dikisar tadi ke dalam loyang dan kukus selama 30-45 minit atau sampai masak. Keluarkan dan sejukkan.
  3. Panaskan air dan masukkan serbuk jeli kristal (tambah 2-3 sudu besar gula pasir kalau suka manis). Kacau sampai larut.
  4. Susun buah laici di atas adunan kukus tadi. Tuang jeli kristal yang telah di masak tadi ke atas adunan. Sejukkan dalam peti sejuk sebelum dihidang..

Kuih koci labu

my favourite kuih...from mealtimenus

 Kuih Koci Labu

P3150056

Bahan-bahan ( 20 biji )

  • Untuk Pastri
  • 150gm tepung pulut
  • 150gm labu
  • Untuk Dadih
  • 3 cawan santan pekat
  • 2 sudu besar tepung beras
  • Sedikit garam
  • Untuk inti
  • 1 biji kelapa parut (kelapa yang agak muda - guna yang putihnya sahaja)
  • 1 1/2 cawan gula merah
  • 1/2 cawan gula putih
  • 1/2 cawan kacang hijau (direbus - ni optional kalau x suka x payah letak)
  • Daun pisang untuk membungkus

Cara-cara

  1. Daun pisang - lap bersih. Potong anggaran 4" x 4". Selepas potong salai daun pisang.
  2. Untuk pastri - bersihkan labu. Rebus labu sehingga empuk. Kemudian lenyekkan labu dan uli dengan tepung pulut (macam buat kuih koci biasa)
  3. Untuk inti - Didih gula merah dengan sedikit air. Tapiskan gula merah. Dalam periuk masukkan gula merah, gula pasir, kelapa parut dan masak sehingga sebati. Sebelum padamkan api, masukkan kacang hijau yang telah direbus dan kacau lagi. Inti siap.
  4. Biasanye kak ogy akan biar inti sejuk kemudian bulat2kan inti kecil2. Anggaran duit 20 sen supaya mudah untuk diletakkan atas pastri dan bungkus pastri.
  5. Untuk dadih - masukkan santan, tepung beras dan sedikit garam. Masak sehingga mendidih. Kemudian letak dadih dalam bekas besar.
  6. Jerangkan air dalam periuk hingga mendidih. Ambil sedikit pastri, leperkan, letakkan inti kelapa dan bulatkan pastri. Kemudian masukkan kuih kedalam air mendidih dan rebus sehingga timbul (macam buat kuih buah melaka). Angkat kuih dan masukkan kedalam dadih. Buat sehingga habis.
  7. Dah siap rebus kuih, gunakan sudu ambil sebiji kuih dan sedikit dadih dan bungkus kuih koci labu sehingga habis.
  8. Kata-kata dari Kak ogy. Dadih jangan masak terlalu pekat. Kalau terpekat tambahkan dengan sedikit air panas dan kacau. Gambar yang kak ogy tempelkan dadihnyer terpekat sbb buat banyak orang order untuk kenduri 500 biji. Berpinau mata membuatnya.

Banana Cake

resepi lama dari mealtimenus..ni pasti ku cuba nanti

The Settlement Cookbook Banana Cake


[banana+cake6.jpg]


½ cup butter, softened
1 ¼ cups sugar
2 eggs
1 teaspoon baking soda
4 tablespoons sour cream
1 cup banana pulp, mashed
1 ½ cups pastry (cake) flour
1/4 teaspoon salt
1 teaspoon vanilla

Preheat oven to 350 F. Cream butter and sugar. Add eggs, beaten very lightly, and the baking soda, dissolved in the sour cream. Beat well; then add the banana pulp, pastry flour, salt and vanilla. Mix well.
 
Bake in a well-buttered oblong pan for about 40 minutes. Frost with Lemon-Butter or Coffee Frosting (recipes follow). Makes 10 servings.

Lemon-Butter Frosting: Cream 2 tablespoons butter and 1 cup powdered sugar. Add 1 tablespoon lemon juice, a little grated rind, and 1 tablespoon milk or water until frosting is of a spreading consistency. Makes 1 cup.

 Coffee Frosting: Cream 2 tablespoons butter and 1 cup powdered sugar. Stir in 2 tablespoons strong, hot coffee, 1/2 teaspoon vanilla and 1 teaspoon cocoa powder. Add water as needed to make frosting of a spreading consistency. Makes 1 cup.

Note: This cake is so moist, you can easily serve it without frosting
.

Thursday, November 25, 2010

Wahai anakku

Wahai Anakku...
Nak, jauh sebelum kau hadir dalam kehidupan ayah dan ibu, kami senantiasa bermohon kepada Allah Subhanahu wa ta’ala agar dikaruniai keturunan yang sholeh dan sholihah, yang taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, rajin beribadah dan belajar, serta dapat menjadi penerus dakwah Ilallaah.
Banyak rencana yang kami rancang, agar kelak bila kau hadir, kami sudah siap menjadi orang tua yang baik dan mampu mendidikmu dengan didikan yang sesuai dengan dinnul Islam, tuntunan kita seperti yang dicontohkan oleh Rosulullah Salallahu alaihi wassalam kepada kita.
Ayah dan Ibu ingin, kelak bila Allah mengamanahkan kepada kami seorang putri, maka dia akan berakhlaq seperti akhlaqnya Fatimah putri Rasulullah, dan bila Allah mengamanahkan seorang putra, maka dia akan seperti Ali.
Setelah tanda kehadiranmu mulai tampak, Ibu sering mual, muntah-muntah, sakit kepala dan sering mau pingsan, Ibu dan Ayah bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya, kami menjagamu sepenuh hati, serta senantiasa berharap, kelak kau lahir sebagai anak yang sehat, sempurna dan menyenangkan.
Sejak dalam rahim, kami mencoba menanamkan kalimat-kalimat tauhid kepadamu dan berupaya mengenalkanmu kepada Sang Pencipta, dengan bacaan ayat-ayat suci-Nya, dengan senandung-senandung shalawat Nabi, dengan nasyid-nasyid yang membangkitkan semangat da’wah dan rasa keimanan kepada Allah yang Esa.
Saat kau akan lahir, Ibu merasakan sakit yang amat sangat, seolah berada antara hidup dan mati, namun Ibu tidak mengeluh dan putus asa, karena bayangan kehadiranmu lebih Ibu rindukan dibanding dengan rasa sakit yang Ibu rasakan.
Ibu tak henti-hentinya berdo’ a, memohon ampunan dan kekuatan kepada Allah. Ayahpun tidak tidur beberapa malam untuk memastikan kehadiranmu, menemani dan menguatkan Ibu, agar sanggup melahirkanmu dengan sempurna. Bacaan dzikir dan istighfar, mengiringi kelahiranmu.
Begitu kau lahir, sungguh rasa sakit yang amat sangat sudah terlupakan begitu saja. Setelah tangismu terdengar, seolah kebahagiaan hari itu hanya milik Ibu dan Ayah. Air mata yang tadinya hampir tak henti mengalir karena menahan sakit, berganti menjadi senyum bahagia menyambut kelahiranmu. Ibu dan Ayah bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, kemudian Ayah melantunkan bacaan adzan dan iqomat ditelingamu, agar kalimat yang pertama kali kau dengar adalah kalimat Tauhid yang harus kau yakini dan kau taati selama hidupmu.
Saat pertama kali kau isap air susu Ibu, Ibu merasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang tiada tara. Ibu ingin memberikan semuanya kepadamu, agar kau segera tumbuh besar dan sehat. Ibu berupaya supaya ASI ini dapat mencukupi kebutuhanmu. Ibu berupaya untuk selalu dekat denganmu, dan selalu mengajakmu kemanapun Ibu pergi, supaya kapanpun kau lapar, Ibu selalu siaga memberikan air surgawi karunia Illahi itu kepadamu.
Ibu berusaha untuk selalu siap siaga menjagamu, kapanpun dan dalam keadaan apapun. Saat malam sedang tidur lelap, Ibu akan terjaga bila kau tiba-tiba menangis karena popokmu basah atau karena kau lapar.
Saat sedang makan dan kau buang air besar, Ibu dengan rela menghentikan makan dan mengganti popokmu dulu. Dan semuanya, Ibu lakukan dengan senang hati, tanpa rasa risih dan jijik.
Sejak kau masih dalam ayunan, Ibu senantiasa membacakan do'a dalam setiap kegiatan yang akan kau lakukan. Ibu bacakan do'a mau makan ketika kau hendak makan, do’a mau tidur ketika kau mau tidur, dan do’a apa saja yang harus kau tahu dan kau amalkan dalam kehidupan keseharianmu.
Ibu bacakan selalu ayat kursi dan surat-surat pendek satu persatu setiap malam, dikala mengantarmu tidur, ayat-per ayat dan Ibu ulang berkali-kali hingga kau sanggup mengingatnya dengan baik, dengan harapan kau besar nanti menjadi penghafal Al Qu’ran.
Ketika kau sudah mampu berbicara, Subhanallah, tanpa kami duga, kau telah hafal berbagai macam do’a dan beberapa surat pendek. Ibu bersyukur dan bangga kepadamu. Muncul harapan dalam hati ini, kelak kau tumbuh menjadi anak yang pintar dan rajin belajar.
Tatkala kau mulai belajar Sholat, dan usai sholat kau lantunkan do’a untuk orang tua, walau dengan bacaan yang masih belum sempurna, bercucur air mata ibu karena kau telah mampu melafalkan do’a itu.
Timbul harapan dihati yang paling dalam, kelak hingga ketika Ibu dan Ayah tiada, kau tetap melantunkan do’a itu, karena do’amu akan memberikan kepada Ibu dan Ayah pahala yang tak henti-hentinya di yaumil-akhir.
Kaulah asset masa depan bagi umi dan abi. Kau akan mampu menolong umi dan abi di yaumil-akhir nanti, bila kau menjadi anak yang sholih dan sholihah.
Nak, kehadiranmupun memberikan kepada Ibu dan Ayah pelajaran yang sangat berharga, kau mengingatkan kami tatkala masih sepertimu.
Mengingatkan dengan lebih kuat lagi, betapa besar pengorbanan yang dilakukan oleh kakek nenekmu kepada kami, hingga Ibu dan Ayah tumbuh dewasa dan bahkan sampai menjadi orang tua seperti mereka.
Ibu dan Ayah sangat menyayangimu, karena kami ingin kaupun menjadi anak yang penyayang terhadap sesama. Kami hampir selalu menyertakan kata sayang dibelakang namamu saat memanggilmu, supaya hatimu senang dan gembira bersama Ibu dan Ayahi.
Saat kau memasuki usia sekolah, Kami carikan sekolah yang baik untukmu. Sekolah yang memiliki visi pendidikan seperti yang Ibu dan Ayah inginkan. Alhamdulillaah, saat kau mulai sekolah, telah banyak berdiri sekolah-sekolah Islam Terpadu, sehingga kami tidak kesulitan mencarikan sekolah untukmu. Ayah mengantarmu ke sekolah setiap pagi dan Ibu mendampingimu selalu hingga kau berani ditinggal di sekolah sendiri.
Keperluan sekolahmu selalu kami upayakan, walau kadang harus dengan susah payah, agar kau bisa memperoleh pendidikan yang baik dan layak untuk kehidupanmu dimasa yang akan datang.
Kami senantiasa berupaya membimbingmu untuk dapat melakukan segala sesuatu, agar saat besar nanti kau mampu melayani dirimu sendiri.

Bila Ibu dan Ayah tidak mau melayanimu untuk hal-hal yang sudah dapat kau lakukan sendiri, itu bukan berarti kami tidak menyayangimu, tapi justru sebaliknya.
Karena Ibu dan Ayah sayang sekali padamu, kau tidak boleh terlalu dimanjakan, hingga saat kau besar nanti, kau jadi anak yang mandiri dan serba bisa.
Maafkan Ibu dan Ayah bila sekali waktu (atau bahkan sering) memarahimu ketika kau membuat kesalahan yang berulang-ulang.
Sungguh, sebenarnya Ibu dan Ayah tak ingin memarahimu, namun kamipun sadar bahwa kau harus tahu dan harus dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, agar saat kau dewasa dan telah bergaul dengan masyarakat umum nanti, kau bisa memilih untuk selalu melakukan yang haq dan meninggalkan yang bathil.
Semoga kau tidak salah sangka.
Maafkan pula bila Ibu dan Ayah selalu membatasi tontonan dan bacaanmu, karena dewasa ini sangat banyak media yang dapat merusak pendidikan yang sudah kami terapkan kepadamu.
Itu semua kami lakukan, agar kau terpelihara dari hal-hal negatif yang akan mendangkalkan akhlaq dan perilakumu. Ibu dan Ayah ingin, kau menjadi anak yang faqih dalam hal agama, menjadi generasi Qur’ani, dan menjadi penerus dakwah Ilallaah.
Inilah harapan Ibu dan Ayah kepadamu, sangat banyak dan sangat ideal. Oleh karenanya, kami senantiasa memohon petunjuk dan bimbingan dari Allah Yang Esa, yang Berkuasa dan Maha Agung, agar tidak salah langkah dalam mendidikmu.

Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrota a'yun waj’alnaa lilmuttaqiina imaaman.

Aamiin

Wednesday, November 24, 2010

Biskut kelapa

hari ni nak try buat biskut ni..biskut debomb..hari tu mama rock bawa sebalang baby mengadap sambil terbaring dia habiskan satu balang..mesti debomb kan

Biskut Kelapa

Bahan A:

 2 cawan tepung jagung
 1 cawan kelapa kering
 ½ cawan tepung gandum

Bahan B:

 ½ cawan butter
 1 cawan gula
 1 kuning telor
 esen vanilla

Cara menyediakannya:

Campurkan A.  Ketepikan.

Pukul butter dengan gula, masukkan kuning telor dan esen vanilla.  Masukkan A, gaul hingga sebati.  Kalau terlembik, masukkan sedikit tepung jagung.

Canai dan terap.

Bakar pada suhu 350˚F selama 16 minit.

Kek choc kukus bebop

tuan punya resepi ni nama dia bebop..

KEK COKLAT KUKUS

1 1/2 BIJI BUTTER  (250 GM + 125 GM)
2 CAWAN GULA HALUS
1 TIN SUSU CAIR
4 BIJI TELOR
2 CAWAN TEPUNG GANDUM
1 CAWAN KOKO
1 SUDU TEH BAKING POWDER
1 SUDU TEH SODA BIKARBONAT
1 SUDU TEH ESEN VANILLA

CAIRKAN BUTTER DLM PERIUK, KEMUDIAN MASUKKAN SUSU CAIR, ESEN VANILLA DAN GULA, KACAU PERLAHAN HINGGA SEMUA HANCUR DAN SEBATI.  kEMUDIAN TUTUP API DAN BIARKAN ADUNAN SUAM.  SELEPAS ITU MASUK TELUR YG TELAH DIPUKUL DAHULU KEDALAM ADUNAN.  SATUKAN DAN AYAK TEPUNG, KOKO, BAKING POWDER DAN SODA BIKARBONAT, KEMUDIAN CAMPURKAN SEMUA BAHAN KERING KEDALAM ADUNAN TADI.  KACAU SEBATI HINGGA RATA KEMUDIAN KUKUS SELAMA 1 1/2 JAM.

(ACUAN HENDAKLAH DI SAPU MINYAK KEMUDIAN DI LAPIK DENGAN KERTAS MINYAK SUPAYA SENANG UNTUK DIKELUARKAN KEK DARI ACUAN NANTI.  DAN JUGA TUTUP PERMUKAAN ACUAN KEK DENGAN FOIL PAPER SUPAYA AIR KUKUSAN TIDAK JATUH KE ATAS KEK.)

Chicken pie

from my fren kesuma

Ni resepi MIL mudah je...apa yg ada kat dapurje..

Tumis bawang putih & bwg merah
Masukkan daging/ayam..pakai yg mince lagi mudah dari potong kecik2..masukkan
air skit sampai empuk
Masukkan kentang yg telah di dadu
Masukkan lada sulah, lada hitam & garam
Masukkan kulat yg dipotong nipis..biar lebar2 pun ok..jgn terlalu kecik
(kulat tin atau kering)
Masukkan (bila kentang dah nak masak) bunga kobis, bwg besar dadu (jgn
terlalu byk) karot dadu & peas (boleh pakai mix vegi)- 3/4 cooked coz nanti
nak bakar lagi
Masukkan corn flour yg tlh dikacau dgn air bila dah hampir masak

I suka basah2 skit sbb nanti nak bakar lagi dlm oven

Kalau suka bila masukkan inti dlm pastry pie masukkan 1 slice telur ayam
atau telur burung pastu baru cover